Romadhon 25
Udara malam ini begitu dingin, terasa samar menyentuh kulitku. Jam menunjukkan angka 11.23 , sudah larut. Tak terdengar lagi suara orang mengaji dari loudspeaker masjid, yang biasanya lamat-lamat terdengar di telingaku. Tiba – tiba aku ingin melihat kalender, apakah ini malam ganjil ? di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon ? tanyaku dalam hati. Aku menghela nafas, bahkan kini tak mudah lagi bagiku untuk ingat tanggal – tanggal penting dibulan Romadhon seperti dahulu, saat bisa sholat berjama’ah di masjid, I’tikaf, bermunajat pada-Nya, khatam Al-Qur’an dan merasa dekat dengan-Nya . Tak terasa air matakupun mengalir perlahan… Mencoba untuk mengingat… Tiga tahun terakhir, setelah menikah dan mempunyai seorang putri kecil yang begitu cantik, aku seperti disibukkan dengan rutinitas rumah tangga. Belajar menata diri dan waktu, sebuah perubahan besar yang harus kukelola dengan baik. Dan aku belum berhasil.. Terasa sekali tiap bula...