Masak - masakkan :)
salah satu permainan yang bisa membuat nadha lupa untuk lari-larian, naik-naik undakan dan pinggir jendela atau mendorong furniture ringan.
Pulau Lombok tidak hanya terkenal karena pantainya yang indah... :) Pantai Nipah - Pulau Lombok Tapi juga menu kulinernya yang pedas - pedas :D , hmmm...bikin ketagihan. Salah satu yang terkenal adalah menu plecing kangkung :). Kenapa kangkung ? entah mengapa kangkung yang ditanam di Lombok batangnya besar -besar, kalau dimasak gurih dan crunchy :) enak banget. Sepulang dari mudik ke Lombok, kami membawa kangkung lebih dari 8 kg hehehe, untuk dibagikan sebagai oleh-oleh ke tetangga dan saudara. Penasaran, bagaimana cara memasak plecing kangkung lombok ? berikut cara pembuatanny, sekali lagi ala bunda nadha :P Plecing Kangkung Lombok : Cuci kangkung di air mengalir sampai bersih Didihkan air, rebus kangkung dalam keadaan memanjang, setelah matang dan empuk, angkat dan tiriskan kangkung di suwir - suwir Siapkan bahan -bahan bumbu kelapa terdiri dari : kelapa, cabe rawit merah, gula pasir dan garam. Ingat ! karena ini sambal mentah pastikan semua bahan-bahan di cuci de...
Bismillah Tiba-tiba teringat setelah 13 tahun berlalu kalau saya pernah menulis di blog :) sebuah ruang digital dalam dunia maya yang menemani hari-hari saya sebagai seorang new mom berusia 29 tahun kala itu. Thank You Blogspot hehehe. Alhamdulillah, sekarang Nadha sudah remaja begitu juga adiknya Nora, adik semata wayangnya. Semoga Allah jadikan mereka muslimah yang sehat lahir batinnya, shalihah, dilindungi dan diberkahi Allah dimanapun mereka berada Aamiin. Orang bijak berkata time flies, but memories last forever. Dan memori akan bisa selalu dikenang salah satunya melalui tulisan. Yuk kita mulai lagi menulis...semoga Allah mudahkan Aamiin. Morning Walk - Pantai Marina Semarang Salam, Hannađź’–
Udara malam ini begitu dingin, terasa samar menyentuh kulitku. Jam menunjukkan angka 11.23 , sudah larut. Tak terdengar lagi suara orang mengaji dari loudspeaker masjid, yang biasanya lamat-lamat terdengar di telingaku. Tiba – tiba aku ingin melihat kalender, apakah ini malam ganjil ? di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon ? tanyaku dalam hati. Aku menghela nafas, bahkan kini tak mudah lagi bagiku untuk ingat tanggal – tanggal penting dibulan Romadhon seperti dahulu, saat bisa sholat berjama’ah di masjid, I’tikaf, bermunajat pada-Nya, khatam Al-Qur’an dan merasa dekat dengan-Nya . Tak terasa air matakupun mengalir perlahan… Mencoba untuk mengingat… Tiga tahun terakhir, setelah menikah dan mempunyai seorang putri kecil yang begitu cantik, aku seperti disibukkan dengan rutinitas rumah tangga. Belajar menata diri dan waktu, sebuah perubahan besar yang harus kukelola dengan baik. Dan aku belum berhasil.. Terasa sekali tiap bula...
Comments
Post a Comment